Bagi kaum muda, khususnya generasi millennials dan Gen-Z, rasanya riskan untuk disebut kurang update jika dalam sebuah obrolan tidak tahu tentang istilah webseries. Webseries atau disebut webpisode oleh beberapa orang, adalah sebuah format tontonan berseri yang ditayangkan melalui teknologi TV berbasis web. Konsepnya mirip dengan program acara televisi, hanya saja durasi setiap episodenya lebih pendek, yakni sekitar 5-15 menit saja. Bahkan beberapa webseries ada yang lebih pendek dari itu.

Jenis kontennya pun beragam. Bisa berupa film seri, vlog, talkshow, reality show, tutorial, maupun berita. Webseries ini akan diupload dan ditampilkan di situs-situs penyedia layanan video streaming seperti Youtube atau Vimeo. Webseries juga memiliki akun khusus berupa channel seperti halnya stasiun televisi. Untuk dapat menontonnya, audiens bisa mengakses webseries melalui internet baik melalui layar komputer, laptop maupun ponsel pintar. Beberapa webseries yang tergolong popular antara lain “Malam Minggu Miko”, “Sore”, “Dunia dalam Kita”, hingga “Kuliner Indonesia Kaya”.

Alternatif Hiburan yang Praktis dan Segar

Sebagai salah satu bentuk media teknologi informasi baru, webseries mampu mengakomodir kebutuhan menonton yang ‘berbeda’ dari biasanya. Jika biasanya audiens lebih sering menikmati film lewat bioskop, kini berbagai film bahkan tayangan dengan format lainnya bisa dinikmati melalui ponsel pintar.

Durasinya memang tak sepanjang sinema yang ditayangkan di bioskop, namun secara kualitasnya, webseries sudah layak disandingkan dengan film layar lebar. Justu, kebutuhan generasi saat ini lebih menekankan pada keberagaman yang bisa dinikmati dalam waktu yang singkat. Isi konten yang bervariasi, cara mengaksesnya yang cukup mudah dengan harga yang terjangkau juga menjadi kelebihan webseries jika dibandingkan dengan program televisi ataupun film layar lebar.

Sarana Menuangkan Ide dan Menghasilkan Karya

Bagi para penggagasnya, webseries dimanfaatkan sebagai media untuk menuangkan ide dengan lebih ekspresif untuk menghasilkan suatu karya. Sama halnya dengan kreator film atau format tontonan lainnya, pembuat konten webseries juga bisa menelurkan karya yang dapat disebarluaskan dan dinikmati oleh para pengguna internet di seluruh dunia. Dengan karyanya ini, maka konten webseries yang dihasilkan juga bisa digunakan sebagai portfolio kreator yang bersangkutan.

Media Promosi Iklan

Tak ketinggalan, webseries juga banyak disasar perusahaan untuk memasarkan produk atau layanannya. Seperti dilansir dari laman Metro TV News, webseries bertajuk “Sore” telah disponsori oleh Tropicana Slim sebagai konten promosinya. Webseries yang telah ditonton lebih dari 600 ribu kali di kanal Youtube ini mengampanyekan hidup sehat sebagai salah satu taktik pemasaran oleh pihak sponsor.

Komunikasi marketing yang menyasar anak muda ini terbilang cukup sukses mengingat generasi muda sekarang mulai jarang menonton televisi dan lebih sering menonton konten hiburan lewat media digital. Pendekatan semacam ini dapat meningkatkan emotional value antara brand dengan target pasarnya melalui webseries.

Belum lagi, pemilik channel juga diperkenankan untuk melakukan monetisasi atau membiarkan video yang diunggah untuk ditempeli iklan oleh Youtube. Sebagai kompensasinya, pemilik channel akan akan diberikan sejumlah dana dengan syarat-syarat tertentu.

Dengan animo audiens yang lebih banyak mengakses internet ketimbang menonton layar televisi, ditambah dengan sejumlah kelebihan-kelebihan webseries lainnya, prospek untuk tontonan internet ini bisa dikatakan cukup bagus. Jangan heran jika webseries banyak dimanfaatkan perusahaan sebagai senjata untuk mempromosikan namanya..